Parenting dan Sosialisasi Anti Kekerasan Warnai Kegiatan SMP Negeri 2 Pengadegan
SMP Negeri 2 Pengadegan melaksanakan dua agenda penting secara bersamaan pada Rabu (30/9/2026), pukul 07.00–08.30 WIB, yaitu kegiatan Parenting Orang Tua Siswa dan Sosialisasi Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah dan Sekitarnya. Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan di tempat yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun komunikasi, kepedulian, serta lingkungan sekolah yang aman dan mendukung perkembangan siswa.
Kegiatan parenting dilaksanakan di tiap-tiap ruang kelas dengan melibatkan orang tua siswa bersama wali kelas. Dalam kegiatan tersebut, wali kelas menyampaikan informasi mengenai nilai Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) siswa kepada orang tua. Penyampaian nilai ini tidak hanya menjadi bentuk pemberitahuan mengenai hasil belajar siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bersama agar orang tua dan sekolah dapat mengetahui perkembangan pembelajaran peserta didik serta memberikan pendampingan yang lebih baik.
Selain membahas hasil belajar, kegiatan parenting juga membicarakan rencana peringatan HUT ke-23 SMP Negeri 2 Pengadegan. Orang tua siswa diajak untuk turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan, khususnya jalan sehat dan menyaksikan pentas seni putra-putri mereka. Keterlibatan orang tua diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara keluarga dan sekolah sekaligus memberikan dukungan kepada siswa dalam menampilkan potensi dan kreativitasnya.
Agenda lainnya dalam kegiatan parenting adalah pemilihan komite sekolah tambahan. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara sekolah, orang tua, dan komite dalam mendukung berbagai program pendidikan di SMP Negeri 2 Pengadegan.
Sementara itu, di lapangan upacara, seluruh siswa mengikuti kegiatan Sosialisasi Anti Kekerasan di Lingkungan Sekolah dan Sekitarnya. Kegiatan tersebut menghadirkan Bapak Wisnu dari Polsek Pengadegan sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan arahan dan nasihat kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga persahabatan, saling menghormati, serta menghindari segala bentuk kekerasan dan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Bapak Wisnu juga menjelaskan kepada siswa mengenai konsekuensi dan hukuman yang dapat diterima oleh pelaku kekerasan maupun perundungan. Penjelasan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada siswa bahwa tindakan kekerasan dan perundungan bukanlah hal yang dapat dianggap sebagai candaan atau sekadar persoalan antarteman, melainkan perilaku yang memiliki dampak bagi korban maupun pelakunya.
Sebelumnya, Kepala SMP Negeri 2 Pengadegan, Bapak Fajar Prihanto, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Beliau berharap tidak ada lagi perundungan maupun tindakan kekerasan di lingkungan sekolah sehingga seluruh siswa dapat belajar dengan tenang, mengembangkan potensi diri, dan meraih prestasi demi masa depan yang lebih baik.
Melalui dua agenda yang dilaksanakan secara bersamaan tersebut, SMP Negeri 2 Pengadegan menunjukkan komitmennya untuk membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan terciptanya lingkungan belajar yang aman. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan pihak kepolisian diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam menciptakan sekolah yang ramah, positif, dan bebas dari kekerasan serta perundungan.
Reporter: Eri Setiawan, S.Pd.

-100x100.png)
-100x100.png)
-100x100.png)
-100x100.png)
